Doa Melepas Keberangkatan Umroh

doa umroh, doa melepas keberangkatan umroh, doa melepas keberangkatan haji
doa umroh, doa melepas keberangkatan umroh, doa melepas keberangkatan haji
Doa melepas keberangkatan umroh secara khusus memang tidak ada dalilnya. Namun bukan berarti tidak mendoakan orang yang akan berpergian, apalagi pergi ke tempat yang jauh menuju Baitullah

Bagi orang yang akan melepas keberangkatan umroh seseorang, bisa jadi seseorang tersebut tidak tahu atau bingung doa umroh atau haji atau doa apa yang harus diucapkannya ketika bertemu sebelum keberangkatan. Nah, untuk itulah kali ini akan kami berikan sedikit ulasan terkait dengan doa untuk melepas keberangkatan seseorang yang akan berumroh atau berhaji.

Umroh sendiri merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilakukan di Tanah Suci Mekkah. Karena jarak yang cukup jauh dari Indonesia, maka biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Meski begitu bukan hal yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak.

Doa untuk seseorang yang hendak berangkat ke Tanah Suci

Dilansir dari rumaysho.com, bahwasannya apapun masalahnya kita harus kembali pada dalil. Nah, disini pergi ke Tanah Suci untuk beribadah samah halnya dengan bentuk safar lainnya sehingga ketika ini doa yang tepat dibacakan adalah doa safar. Adapun doa safar disini dibagi 2 yakni doa untuk yang hendak pergi dan doa untuk yang ditinggalkan.

  1. Doa orang yang akan pergi ke Tanah Suci kepada mereka yang ditinggalkan

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).”

Adapun dalil yang menyebutkannya adalah,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)” (HR. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358).

  1. Doa dari orang yang ditinggalkan kepada mereka yang berangkat umroh ataupun haji

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astawdi’ullaha diinaka, wa  amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”.
Adapun dalil yang menyebutkannya adalah,

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُ لِلرَّجُلِ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا ادْنُ مِنِّى أُوَدِّعْكَ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوَدِّعُنَا.فَيَقُولُ « أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ »

Sesungguhnya Ibnu ‘Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar, “Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menitipkan kami, lalu beliau berkata: “Astawdi’ullaha diinaka, wa  amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”.(HR. Tirmidzi no. 3443 dan Ahmad 2: 7).
Begitu pula bisa membaca do’a pada orang yang pergi berhaji,

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ  وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallahut taqwa wa ghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada).”

Adapun dalil yang menyebutkannya adalah,

عَنْ أَنَسٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِى. قَالَ « زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ « وَغَفَرَ ذَنْبَكَ ». قَالَ زِدْنِى بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى. قَالَ « وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ »

Dari Anas, ia berkata, “Seseorang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata pada beliau, “Wahai Rasulullah, aku ingin bersafar, bekalilah aku.” Beliau bersabda, “Zawwadakallahut taqwa (moga Allah membekalimu dengan ketakwaan).” “Tambahkan lagi padaku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa ghofaro dzanbaka (moga Allah ampuni dosamu).” “Tambahkan lagi padaku, demi ayah dan ibuku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (moga Allah memudahkanmu di mana saja engkau berada).”  (HR. Tirmidzi no. 3444.)

Diatas adalah dua doa safar yang bisa diucapkan ketika ada seseorang yang akan berumroh atau berhaji. Adapun ritual atau doa khusus untuk melepas seseorang yang hendak pergi beribadah ke Tanah Suci dengan cara dikomandoi atau berjamaah, tidak ada tuntunannya dalam Islam. Jadi, bersederhanalah dengan amalan yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihu Wassalam.

Ucapan atau kata-kata untuk seseorang yang akan pergi umroh atau haji

doa umroh, doa melepas keberangkatan umroh, doa melepas keberangkatan haji
Doa melepas keberangkatan umroh sebenarnya bisa samakan dengan doa orang yang sedang berpergian atau safar. Jadi doa inipun dapat dipakai ketika melepas keberangkatan haji atau umroh

Selain doa, ada juga kata-kata atau ucapan yang bisa kita berikan kepada seseorang yang hendak berumroh atau beribadah haji. Berikut beberapa contohnya:

  1. Selamat menunaikan ibadah umroh, semoga senantiasa diberikan limpahan kemudahan oleh Allah dalam beribadah di Tanah Suci serta diterima ibadahnya. Aamiin Yaa Rabbal Alamin. Jangan lupa doakan aku juga untuk bisa segera menyusul berangkat umroh/haji.
  2. Selamat untuk keberangkatan umrohnya. InsyaAllah mabrur dan selalu mendapatkan ridho dari Allah dunia dan akhirat.
  3. Selamat menunaikan ibadah umroh, semoga selalu mendapatkan limpahan Rahmat Allah SWT dan semoga ibadah umrohnya bisa diterima disisi Allah SWT.

Diatas adalah beberapa contoh ucapan atau kata-kata yang bisa diberikan kepada teman atau keluarga yang hendak berumroh. Namun alangkah lebih baiknya disamping memberikan ucapan, kita juga tetap memberikannya doa umroh sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam.

Doa sebelum berangkat umroh

Nah, bagi Anda yang hendak berumroh, jangan lupa pula untuk memanjatkan doa dibawah ini ketika hendak ke pemberangkatan. Sebelum membaca doa ini, awalilah dahulu dengan shalat sunnah dua rakaat dimana rakaat pertama membaca surah Al-Fatihah dengan Al-Kafirun dan rakaat kedua surah Al-Fatihah dengan Al-Ikhlas.

              Selanjutnya bacalah doa umroh/haji dibawah ini:

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik haji di rumah-Nya dan mengerjakan umroh di tempat lambang-lambang keagungan-Nya (Masya’ir). 

Ya Allah, berilah salawat atas Nabi yang tidak bisa baca dan tulis (ummi) dan atas keluarga dan para sahabatnya sekalian. Ya Allah, kepada-Mu aku menghadap dan dengan-Mu aku berpegang teguh. Ya Allah lindungilah aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak aku perlukan. Ya Allah, bekalilah aku dengan taqwa dan ampunilah dosaku.”

Selain beberapa ulasan diatas, ada pula doa umroh atau haji khusus yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Ya, ada beberapa masyarakat Indonesia yang memiliki tradisi selamatan atau walimatul safar sebagai bentuk rasa syukur atas keberangkatan umroh atau haji. Biasanya ini dilakukan sebelum keberangkatan. Tapi, bagaimana hukumnya? Masalah hukum terkait hal ini ada perbedaan pendapat. Ada yang menyunahkannya, ada pula sebaliknya.

 

Info Lebih Lanjut untuk Haji dan Umroh Silahkan Menghubungi  :

Kantor Agen Bogor Timur :

RWPGrup Indonesia

Jl. Sukajaya I No.17, Jl. Raya Tajur – Bogor, Jawa Barat

(Pangkalan Ojeg Sukajaya I, disebelah Pool Bus Lorena/POM Bensi Lorena, lalu Kawasaki Motor)

Telp. : 0251 – 833 03 25

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ngobol yuk