Inilah Beda Umroh dan Haji yang Harus Dipahami

Beda Umroh dan Haji

Perbedaan Antara Ibadah Umroh dan Haji

Perbedaan Umroh dan Haji
Jamaah sedang melakukan Sa’i . Pada Ibadah Sa’i tidak ada perbedaan antara Umroh dan Haji, karena Sa’i dilaksanakan baik Umroh atau Haji

Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam, istilah Haji dan Umroh sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Haji dan Umroh merupakan impian semua umat Islam karena untuk melaksanakannya membutuhkan persiapan yang lebih, khususnya persiapan dari segi biaya dan fisik untuk bisa pergi ke Makkah Al-Mukaramah.

Ternyata masih banyak orang Indonesia yang belum memahami apa beda umroh dan haji itu seperti apa. Keduanya merupakan ibadah yang dikhususkan bagi umat Islam dan sama-sama dilaksanakan di tanah suci Mekkah. Tentunya ketika masih ada yang belum paham tentang perbedaan keduanya maka hal ini hendaknya menjadi sebuah motivasi untuk bisa terus mengkaji ilmu agama Islam. Inilah mengapa dalam kesempatan kali ini akan dibahas secara singkat tentang apa perbedaan antara ibadah haji dan umroh tersebut.

Umroh sering juga disebut haji kecil. Namun sayangnya, banyak yang tidak begitu paham perbedaan keduanya, bahkan bagi orang yang sudah pernah umroh sekalipun seringkali sulit mengungkapkan perbedaan haji dan umroh tersebut dimana. Perlu kiranya ulama di Indonesia merangkum dan menyajikan Istilah tersebut ke dalam pengertian yang lebih komprehensif dan mudah dipahami oleh masyarakat awam (terlebih lagi dengan kehadiran teknologi internet seharusnya itu menjadi ruang yang sangat bagus sebagai sarana belajar agama).

Dari segi pengertian, baik haji dan umroh memiliki perbedaan. Haji merupakan salah satu bagian dari rukun Islam tepatnya merupakan rukun yang kelima. Dengan kedudukannya sebagai salah satu rukun Islam tentunya ibadah haji menjadi salah satu ibadah yang wajib untuk dilaksanakan ,Ibadah Haji pun menjadi salah satu indikator bagi kesempurnaan keislaman seseorang dengan ketentuan mereka mampu secara lahir maupun batin dalam menjalankannya.

Haji secara bahasa bermakna al-qoshdu (sengaja/bermaksud) yaitu mengunjungi tempat yang dimuliakan. Secara istilah haji bisa diartikan sebagai serangkaian ibadah yang dilakukan pada waktu tertentu dan dengan tata-cara tertentu untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Namun demikian, ibadah yang satu ini menjadi kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan baik dari segi fisik ataupun finansial. Sedangkan bagi mereka yang memang tak mampu maka tak wajib untuk melaksanakannya. Sedangkan pengertian umroh merupakan rangkaian ibadah yang hampir sama dengan haji dalam tata cara pelaksanakannya hanya saja ibadah yang satu ini bukanlah termasuk dalam salah satu ibadah wajib bagi umat Islam. Ibadah ini merupakan ibadah yang sunah namun diutamakan terlebih bagi mereka yang memang memiliki kemampuan untuk melaksanakan.

Umroh juga disiratkan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu ibadah maliah atau ibadah yang menuntut adanya pengorbanan harta benda. Meskipun ada perbedaan mengenai hukum umroh, namun kebanyakan ulama di Indonesia sepakat bahwa umroh hukumnya adalah sunah dan dilakukan sekali seumur hidup.

Meskipun pada kenyataanya kita menemukan berbagai perbedaan pendapat mengenai umroh ini. Meskipun demikian dalam terminologi fiqih haji dan umroh merupakan ibadah mustaqillah yang artinya masing-masing memiliki hukum sendiri dan berbeda antara satu dengan lainnya. Pun demikian, haji dan umroh sangat mungkin dan bisa dilaksanakan secara bersamaan.

Sedangkan dari segi waktu pelaksanaannya, baik ibadah haji ataupun umroh pun memiliki perbedaan. Ibadah haji hanya bisa dilaksanakan satu tahun sekali yaitu pada musim haji di bulan Dzulhijjah. Sementara ibadah umroh bisa dilaksanakan sewaktu-waktu di luar musim haji.

Salah satu waktu yang paling diminati umat Islam untuk melaksanakan ibadah umroh adalah pada akhir bulan Ramadhan karena banyak yang berharap bisa lebih khusyuk dalam menjalankan ibadahnya dan bisa mendapatkan keberkahan dengan meraih Lailatul Qadar.

Anda pun bisa melihat beda umroh dan haji dari segi tempat pelaksanaannya. Meski kedua ibadah tersebut sama-sama dilaksanakan di Makkah terutama di Masjidil Haram, ternyata ada beberapa tempat yang digunakan untuk ibadah haji tetapi tidak dikunjungi pada saat pelaksanaan umroh.

Dalam pelaksanaan ibadah haji, para jamaah harus mengunjungi beberapa tempat di luar Makkah seperti wukuf dan bermalam di Arafah serta melempar jumroh di Mina. Kedua tempat tersebut tidak menjadi bagian dari rukun pelaksanaan umroh.

Perbedaan Umroh dan Haji dari Segi Tata Cara Pelaksanannya

Beda Umroh dan Haji
Tenda-tenda seperti ini biasanya disediakan untuk Jamaah Haji yang akan Wukuf di Arafah. Ibadah Wukuf juga bagian dari perbedaan antara Umroh dan Haji

Sebenarnya kalau kita membahas mengenai syarat, wajib, dan rukun haji serta umroh, hal ini berhubungan erat dengan tata-cara atau teknis haji atau umroh itu sendiri. Di kalangan keempat madzhab yang ada masing-masing memiliki pendapatnya masing-masing. Dalam prakteknya, masyarakat bisa langsung mempelajari hal ini ketika sudah mendaftar haji karena pasti sebelum berangkat terlebih dahulu pasti ada bimbingan haji pada setiap daerah di Indonesia.

Baik haji dan umroh pun memiliki beberapa perbedaan dari segi tata cara pelaksanaan atau rukunnya. Ibadah haji memiliki rukun dan tata cara yang lebih banyak seperti ihram, tawaf, sya’i, tahalul, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melempar jumroh di Mina. Sedangkan untuk rangkaian rukun umroh hanyalah terdiri dari ihram, tawaf, sya’i, da tahalul.

Perbedaan lainnya adalah pada tingkat kepadatan jamaah yang melaksanakan kedua ibadah tersebut. sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa ibadah haji hanya dilaksanakan setahun sekali sehingga tak mengherankan bila jamaah haji yang datang ke tanah suci pun sangat padat pada musim haji dan berasal dari segala penjuru dunia.

Tak mengherankan bila akhirnya ada banyak antrian para calon jamaah yang ingin melaksanakan ibadah haji. Sedangkan ibadah umroh yang bisa dilakukan sewaktu-waktu di luar musim haji maka tingkat kepadatan jamaah pun terbilang kecil. Tingkat kepadatan kunjungan jamaah pada akhir Ramadhan yang dinilai paling tinggi pun masih kalah jauh dibandingkan ketika musim haji tiba.

Terlepas dari kenyataanya pada pendapat para ulama, masyarakat Indonesia cenderung melakukan umroh berkali-kali dengan alasan kerinduan terhadap rumah Allah SWT. Selama itu tidak menjadikan beban dan menimbulkan dampak negatif para ulama sepakat membolehkan umroh berkali-kali seperti yang sering dilakukan ketika bulan-bulan haji dan bulan Ramadan.

Beberapa penjelasan di atas bisa memberikan gambaran tentang beda umroh dan haji seperti apa. Bagaimanapun kedua ibadah tersebut memiliki banyak sekali keutamaan. Semoga kita diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Info Lebih Lanjut Umroh dan Haji Silahkan Menghubungi  :

Kantor Agen Bogor Timur :

RWPGrup Indonesia

Jl. Sukajaya I No.17, Jl. Raya Tajur – Bogor, Jawa Barat

(Pangkalan Ojeg Sukajaya I, disebelah Pool Bus Lorena/POM Bensi Lorena, lalu Kawasaki Motor)

Telp. : 0251 – 833 03 25

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *