Panduan Haji dan Umroh

Panduan Haji Umroh
Panduan haji dan umroh pada umumnya sama tahapannya. Ada ihram, thawaf, dan sa’i. Namun yang membedakan antara ibadah umroh dan haji adalah adanya wukuf dan mabit. Cek selengkapnya berikut!

Menjalankan perintah Allah SWT adalah kewajiban. Namun ada beberapa yang diwajibkan bagi yang mampu, salah satunya adalah melaksanakan ibadah umroh dan haji. Bagi Anda yang mampu untuk melaksanakan ibadah ke Kota Suci Mekah ini, ada panduan haji dan umroh yang wajib untuk dipahami.

Antara haji dan umroh memiliki persamaan dan perbedaan. Di mana persamaannya adalah sama-sama dilaksanakan di Kota Suci Mekkah. Perbedaannya adalah dari lamanya waktu beribadah serta tata caranya. Maka dari itulah diperlukan pengetahuan yang sangat mendalam tentang panduan haji dan panduan umroh.

Saat akan berangkat umroh dan haji, Anda akan mendapatkan panduan haji dan umroh langsung dari pihak panitia pengelola. Tetapi sebelumnya, jauh-jauh hari Anda bisa memperdalam pengetahuan tentang panduan umroh dan panduan haji dari buku khusus. Bisa dalam bentuk buku nyata atau buku elektronik. Selain itu, pengetahuan yang lebih luas pun bisa didapat dari media online. Bahkan akan lebih mantap lagi pengetahuannya kalau diimbangi dengan pencarian informasi langsung dari orang-orang yang telah melaksanakan umroh dan haji.

Panduan Haji dan Umroh Lengkap

makalah haji dan umroh
Keberadaan makalah dan panduan haji dan umroh akan memberi banyak informasi untuk siapa pun. Hal ini juga bisa Anda ketahui secara mudah, begitu juga dengan sejumlah informasi di dalamnya. Ini dia ulasannya.

Umroh adalah ibadah yang dikerjakan di Tanah Suci Mekkah selama 11 hari lamanya. Ibadah ini dianggap sebagai ibadah pembukaan untuk melaksanakan ibadah haji. Kloter keberangkatan haji yang sangat lama, bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, membuat Anda semakin rindu untuk datang ke Kota Mekkah. Maka dari itulah Anda bisa melaksanakan ibadah umroh.

Tata cara pelaksanaan ibadah umroh pun sama dengan haji. Tetapi ada beberapa ibadah dalam berhaji yang tidak dilakukan dalam berumroh. Di dalam buku panduan haji dan umroh pun telah dijelaskan dengan gamblang.

                Berikut adalah panduan berumroh dan berhaji :

  1. Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya

Persiapan ini dimulai dengan melakukan :

  1. Mandi junub atau mandi besar. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri secara fisik dari hadist besar dan hadast kecil.
  2. Berpakaian ihram, pakaian wajib dalam melaksanakan ibadah haji dan umroh.
  3. Terlihat rapi dan wangi. Pakaian harus dipakai dengan rapi. Memakai wangi-wangian pun sangat dianjurkan. Maka dari itulah pakai parfum terbaik Anda.
  4. Mengikuti panduan pemakaian pakaian ihram untuk umroh

Di mana pakaian ihram harus berwarna putih. Tidak boleh ada corak lain selain warna tersebut. Di dalam panduan haji dan umroh, ada ketentuan secara detail, yakni :

  1. Bagi laki-laki, memakai dua lembar kain ihram yang dipakai sebagai sarung dan kain yang kedua menutupi pundak atau digantungkan di pundak. Tidak boleh ada baju lain yang dipakai selain kain ihram ini.
  2. Bagi perempuan, kain ihram harus menutupi seluruh tubuh. Bisa dibuat baju secara langsung, tetapi tidak boleh menutupi telapak tangan. Kain ihram yang dipakai perempuan ini pun tidak boleh juga dipakai sebagai cadar.
  1. Melakukan rukun Miqat

Mengucapkan labbaik ‘umroh yang artinya aku memenuhi panggilanMu untuk melaksanakan ibadah umroh. Kalimat ini adalah talbilah umroh yang pertama.

Miqat ini adalah ibadah yang wajib, tetapi dalam pelaksanaannya, terkadang ada halangan yang membuat Anda tidak bisa menyelesaikan sampai akhir, maka Anda bisa mengucapkan Allahumma mahilli haitsu habastani. Di mana kalimat tersebut adalah do’a yang dipanjatkan kepada Allah untuk mengizinkan Anda melakukan tahalul di mana saja. Dengan demikian Anda tidak perlu membayar denda dam berupa seekor kambing nantinya.

Talbilah umroh yang kedua adalah : Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak. Anda harus membacanya berkali-kali tanpa terhitung dengan aturan :

  1. Bagi laki-laki, pengucapannya harus dengan nada yang tinggi atau keras.
  2. Bagi perempuan, pengucapan ya dengan nada yang rendah atau lirih.

Untuk ibadah haji, maka ihram dilakukan di miqat. Ini adalah tempat yang dipakai oleh Nabi saat berhaji.

  1. Mendahulukan sholat meski saat miqat

Sebagai muslim yang taat, saat masuk waktu sholat wajib dan ketika itu Anda sedang melangsungkan miqat, maka Anda harus mendahulukan sholat terlebih dahulu.

  1. Mandi sebelum masuk Kota Mekkah

Panduan haji dan umroh yang selanjutnya adalah mandi sebelum masuk Kota Mekkah. Memastikan kalau Anda sudah bersih dari hadast besar dan hadast kecil saat masuk ke Kita Suci Mekkah adalah kewajiban.

  1. Membaca doa sebelum masuk ke Masjidil Haram

Jika sudah kemudian masuk dengan mendahulukan kaki kanan adalah hal yang dianjurkan.

  1. Panduan dalam menghadap Hajar Aswad
    1. Mendekati Hajar Aswad dan menyentuhnya. Saat menghadap Hajar Aswad, Anda harus membaca takbir “Allahu Akbar”. Baru kemudian mulai mengusap Hajar Aswad.
    2. Tata cara mengusap Hajar Aswad adalah dengan menggunakan tangan kanan, serta mengusapnya dengan perlahan.
    3. Mencium Hajar Aswad. Namun jika tidak membungkukkan, maka Anda bisa mencium tangan kanan Anda yang telah mengusap Hajar Aswad tadi.
  2. Mencium Hajar Aswad selama thawaf sebanyak 7 kali

Saat putaran itu, bisa jadi Anda tidak bisa memegang atau mengusap Hajar Aswad secara langsung, maka Anda bisa mencium tangan orang lain yang berhasil mengusapnya. Jika tidak memungkinkan juga, maka Anda bisa menggunakan bahasa isyarat. Ini dikarenakan pelaksanaan thawaf harus berawal dari Hajar Aswad dan berakhir juga dengan Hajar Aswad.

  1. Panduan haji dan umroh saat thawaf:
    1. Melakukan lari-lari kecil pada saat 3 putaran yang pertama.
    2. Pada putaran ke empat sampai ketujuh bisa dilakukan dengan berjalan biasa.
    3. Mengusap Rukun Yamani selama thawaf dan membaca doa Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani.
    4. Pelaksanaan thawaf tidak ada doa khusus yang diucapkan. Tetapi tidak

 ada larangan bagi Anda untuk membaca Al-Qur’an atau dzikir.

  1. Menutup kedua pundak dan menuju ke Makam Ibrahim untuk melakukan sholat sunnah thawaf.
  2. Usai shalat sunnah thawaf, panduan haji dan umroh juga menganjurkan Anda untuk minum air zam-zam secara langsung dan menyiramkannya ke kedua lengan.
  3. Sebagai penutup thawaf, Anda bisa langsung menuju Hajar Aswad kembali untuk mengusap dan menciumnya.

Untuk thawaf jama’ah haji juga dilakukan di akhir ibadah, yakni disebut dengan thawaf Wada’.

Panduan Haji dan Umroh (Sa’i Umroh dan Haji)

Sa’i adalah istilah untuk berlari-lari kecil menuju ke Bukit Shafa’ dan Marwah yang dilakukan sebanyak 7 kali. Adapun do’a saat masuk bukit Shafa’ adalah : Innash shafaa wal marwata min sya’airillah dan Nabda-u bimaa bada-allah bih.

Pada panduan haji dan umroh saat Sa’i di Bukit Shafa’ dan Marwah, aktivitas yang Anda lakukan di kedua bukit tersebut adalah sama. Saat sudah mencapai puncaknya, Anda harus menghadap ke arah Ka’bah dan melihatnya secara detail serta memanjatkan do’a. Hal tersebut harus dilakukan sebanyak 7 kali dan berakhir di bukit Marwah.

Proses umroh dan haji sudah dianggap berakhir saat Anda sudah mencukur rambut sesuai dengan panduan haji dan umroh.

Panduan Ibadah Haji (Wukuf)

Secara umum, dalam panduan haji dan umroh itu sama, tetapi tahapan Wukuf lah yang membedakan. Di mana ibadah ini hanya dilakukan saat haji saja.

Wukuf ini dilakukan di Arafah dan dilaksanakan pada sore hari di tanggal 9 Dzulhijjah sampai dengan terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Wukuf di luar waktu tersebut maka hajinya tidak sah. Setelah melakukan wukuf, maka jama’ah haji melakukan mahir di Muzdalifah. Istilah ini adalah ditujukan bagi jama’ah yang harus bermalam di Muzdalifah.

Mahir dilakukan dua kali, yakni di Muzdalifah dan Mina. Namun untuk di Mina hanya dilakukan di Hari Tasyrik, yakni di tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah.

Selain wukuf, pada panduan haji dan umroh, para jamaah haji harus melakukan beberapa persyaratan yang ditentukan. Inilah yang menjadi alasan mengapa ibadah haji dilakukan hampir satu bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tanya-Tanya Admin>>